Martody, HS, S.H.,M.M

Penjelasan Martody Perihal Perwako No 61 2019

Listen to this article

PRABUMULIH.-Lembayungnews| Kadishub Kota Prabumulih Martody, HS, S.H., M.M.,saat dibincangi oleh media perihal Perwako no 61 tahun 2019 yang masih banyak masyarakat belum memahaminya secara detail. Dalam temu wicara bersama beberapa wartawan media online kota prabumulih, hari ini Selasa 03/11/2020, bertempat di ruang kantor Kepala Dinas Perhubungan, Kadishub yang saat itu didampingi oleh kabid angkutan dan Sarana, Umar Syahri, menjelaskan bahwa tentang Perwako itu sudah ada surat edarannya.

Baca juga :Pembunuhan di Diva Karaoke

Surat Edaran Tahun 2019

“Perihal Perwako itu sudah ada surat edarannya yakni SE No. 551Tahun 2019 dan Tahun 2020 ini. Yang isinya menjelaskan secara rinci bahwa Pengguna dan Pengusaha Angkutan Barang harus mematuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Prabumulih Nomor 61 Tahun 2019 dengan penjelasan sebagai berikut;

Orang Tua Jompo itu Akhirnya Menyerah

1. Pasal 3 ayat (1) bahwa angkutan barang dilarang melintas di Jalan Jendral Sudirman Kota Prabumulih
2. Pasal 3 ayat (2) bahwa angkutan barang sebagaimana dimaksud ayat (1) dikecualikan untuk angkutan sembako yang melakukan bongkar muat di Jalan Jendral Sudirman mulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB.
3. Pasal 3 ayat (3) angkutan sembako dengan JBB 2.600 kg sampai dengan 9.000 kg diperbolehkan melakukan bongkar muat sebagaimana dimaksud ayat (2) setelah mendapat izin dispensasi dari Walikota atau pejabat yang ditunjuk oleh Walikota
4. Pasal 3 ayat (4) bahwa angkutan barang sebagaimana dimaksud ayat (1) juga dikecualikan untuk;
A. angkutan barang milik TNI/POLRI
B. angkutan barang milik pemerintah yang digunakan untuk operasional kedinasan
C. angkutan barang yang digunakan untuk keperluan penanggulangan bencana, kemogokan, evakuasi massa dan kegunaan insidental lainnya
D. angkutan barang BBM bersubsidi untuk keperluan bongkar muat

5. Pasal 4 ayat (1) bahwa angkutan. batubara di larang melintas di jalan dalam wilayah Kota Prabumulih

6. Pasal 4 ayat (2) bahwa angkutan batubara    sebagaimana dimaksud ayat (1) wajib              menggunakan jalan khusus

Ini adalah surat edaran Dishub Kota Prabumulih tahun 2019,” ungkap Martody.

Surat Edaran Tahun 2020

“Lalu pada tahun 2020 ini kami juga sudah mengedarkan surat yang sama dengan tambahan keterangan pada pasal 55 ayat 1, 2, 3, dan 5. Yang mana pada intinya menjelaskan bahwa ukuran bak, muatan mobil barang disesuaikan dengan konfigurasi sumbu JBB, JBI dan spesifikasi tipe landasan kendaraan bermotor.

Pada ayat 5 dijelaskan persyaratan tinggi bak muatan tertutup dari permukaan tanah paling tinggi 4.200 mm dan tidak lebih dari 1,7 kali lebar kendaraan. Sangsi dari pelanggaran tersebut yang dapat mengakibatkan kerugian Negara yakni berupa pembiayaan perbaikan,” sambung Kadishub

Silahkan laporkan jika ada yang melanggar

Ditanya mengenai ada perusahaan atau toko yang membongkar muat dengan kapasitas diatas dari yang telah ditentukan yakni maksimal 9 Ton, dan pada jam diluar yang diizinkan, kadishub mengatakan silahkan laporkan saja, atau bisa ditanya langsung pada Perusahan atau Toko yang bersangkutan.

“Silahkan laporkan ke kami dan akan dilakukan penindakan, kami juga meminta kepada semua masyarakat agar sama-sam menjaga kota ini. Jika ada pelanggaran yang tidak kami ketahui karena keterbatasan kami, maka kami mengharapkan agar masyarakat dapat membantu.

Perlu juga diketahui bagi masyarakat, bahwa dari 180 orang pegawai yang ada dinas perhubungan kota prabumulih ini, ada 130-an orang yang masih berstatus PHL dengan gaji yang sangat minim, yakni sebesar 350 ribu perbulan.

Yang sering bertugas dilapangan itu kebanyakan PHL, Jadi kami juga tidak bisa juga memberikan beban kerja yang terlalu berat buat mereka.

Mungkin selama ini pandangan masyarakat kepada rekan-rekan yang bertugas dilapangan berkonotasi negatif, ada yang mengatakan kalau sebelumnya banyak pegawai dari Dishub yang suka mengutip di jalan, atau juga melakukan pengawalan terhadap mobil angkutan berat, namun saat ini di era kepemimpinan saya, saya tegaskan kepada anggota, bahwa hal itu dilarang, kita tidak boleh melakukan perbuatan yang tidak ada aturannya, tidak boleh membuat kesalahan sekecil apapun itu.

Tentu keputusan ini akan menimbulkan kontradiksi bagi mereka namun inilah konsekwensinya, dan kita akan mencari solusi bagi mereka agar dapat lebih sejahtera dari saat ini.” Pungkasnya mengakhiri obrolan siang menjelang sore hari.

Diketahui malam kemarin ada juga angkutan berat yang melewati Jalan Jendral Sudirman, dan menurut informasi angkutan tersebut membawa potongan besi dengan kapasitas tonase yang sangat besar, setelah diamankan oleh petugas dinas perhubungan dan dilakukan perjanjian untuk melakukan perbaikan, maka selanjutnya akan segera dilakukan proses pelaksanaan realisasi perjanjian. Hal tersebut terjadi sekira pukul 21.00 WIB.(Rasman Ifhandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *