Survey Bersama Status Aset Tanah PT. KAI di Kota Prabumulih

Listen to this article

PRABUMULIH.-Lembayungnews| Survey bersama dalam rangka penyelesaian status aset tanah di wilayah Kota Prabumulih, yang dilaksanakan oleh PT. KAI, dengan Pemerintah Kota Prabumulih, yang dalam hal ini di hadiri oleh Wakil Walikota Prabumulih, H. Andriansyah Fikri, S.H. Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih, Martodi, HS, S.H., M.M. dengan agenda pendataan 10 aset yang tercatat milik PT. KAI yang dipergunakan oleh Pemerintah Kota Prabumulih. Pertemuan itu juga di hadiri oleh Asisten Manager Pendataan Aset Non Angkutan PT. KAI Divre III, Sumatera Selatan, Albert dan beberapa perwakilan lainnya. Selasa 10/11/2020

Sudah ada mediasi dari KPK

Pada kesempatan wawancara dengan pihak media Wakil Walikota Prabumulih menyampaikan bahwa hal ini sudah di mediasi oleh KPK RI, mengenai pendataan Aset Milik PT. KAI ini.

KEMBALI 4 TERSANGKA PEMUJA BARANG HARAM DI RINGKUS

“Sudah ada fasilitasi dan mediasi dari pihak KPK, mengenai pendataan aset-aset milk PT KAI di seluruh wilayah negara republik indonesia ini. Yang dipergunakan oleh BUMN, Pemerintah Kota ataupun Kabupaten, nah di kota prabumulih ini ada 10 aset yang saat ini dipergunakan dan di manfaatkan oleh pemerintah kota yakni; Gedung Diknas, Gedung DPRD, Gedung SDN 1, SDN 8, SDN 31, SDN 04, dan SDN 12, serta Gedung Kesenian, Kantor Lurah Prabu Jaya, Taman Kota Prabu Jaya, dan Masjid Nur Arafah,” jelas Fikri.

Proyek Pengaspalan Jalan di Kota Prabumulih Siapa yang Punya?

Ditambahkannya pula, bahwa pemerintah kota berharap gedung-gedung yang sedang dimanfaatkan ini dapat dihibahkan oleh PT. KAI ke pemerintah kota.

“Kita berusaha agar bangunan ini dapat dihibahkan oleh PT. KAI, ke pemkot prabumulih, karena kan sudah ada bangunan yang berdiri diatasnya dengan penggunaan dana pembangunannya milyaran rupiah, disamping itu juga, bangunan SDN itu termasuk juga bangunan sejarah kota prabumulih,” harapnya kepada pihak PT. KAI.

Pemerintah Kota minta dibuatkan kepastian hukumnya perihal batas tanah PT KAI

Ditanya tentang adanya beberapa polemik tentang kepemilikan tanah warga kota prabumulih, Wawako menjawab.

“Yang kami minta yakni kepastian hukum batas wilayah PT. KAI. Nanti kita juga kan bisa bikinkan Perda-nya seperti kita membuat Perda tentang DAS (Daerah Aliran Sungai) yakni 10 m kiri dan kanan tidak boleh dibangun, karena itu adalah aset sungai. Kita juga mintanya seperti itu kepada PT KAI. Mungkin nanti melalui pak Albert ini kita bisa minta sampaiakan agar hal ini bisa diteruskan ke pimpinan,” tuturnya lagi.

Mengenai GroondKaart, Wakil Walikota ini menjelaskan kalau dia paham bagaimana peta jaman Belanda itu.

“Mungkin saja data yang ada ini berdasarkan GroondKaart. Seperti Lapangan Tenis itu, kan sudah sangat jauh jaraknya dari rel kereta, sekitar 750 m, itu kan peninggalan sejarah, jaman dulu itu adalah rumah sakit umum, sebelum pindah ke Delinom, sewaktu kita masih masuk di kabupaten Muara Enim, dan sudah dihibahkan oleh Pemkab Muara Enim. Harapan kita kedepannya tidak ada lagi miskomunikasi antara Pemkot dan PT. KAI, kita bisa bicarakan seperti ini baik-baik, tak perlu lah memakai pihak ketiga, baik negeri atau swasta (Pihak keamanan, Red) untuk mencari jalan terbaik,” sambungnya lagi.

Ditanyakan tentang masyarakat yang meminta keadilan, menggunakan proses dan jalur apa saat mereka terkena dampak pembongkaran oleh pihak PT. KAI, wawako menjawab ringkas “Proses belas kasihan PT. KAI.” Ujarnya sambil tersenyum.

Masih tahapan proses pendataan

Perwakilan PT. KAI Albert, mengatakan ini adalah proses pendataan saja.

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut, dari nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota, yang di mediasi oleh KPK. Ini kan baru tahap pendataan, untuk tahap selanjutnya ya nanti selaku pemegang aset ini kan Kemeneg BUMN, nanti akan sampai kesana.” Ungkapnya

“Dalam pendataan ini, yang mana jika bangunan tersebut bukan milik PT. KAI, maka clear pak. Ini tidak ada masalah, kita hanya melakukan pendataan aset-aset PT. KAI yang dipergunakan oleh pemerintah Kota Prabumulih, hasilnya nanti akan kita laporkan ke pimpinan,” tambahnya lagi.

Terkait batas tanah PT. KAI dan tentang GroondKaart, albert tidak mau menjelaskan lebih lanjut, “Ini bukan tupoksi saya pak, silahkan tanyakan langsung ke pihak humas ya,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam Rapat dengar pendapat di dalam ruangan Kepala Stasiun Kereta Api Prabumulih. Andriansyah Fikri sempat menyinggung tentang cara-cara pihak PT. KAI menerapkan pendataan aset yang kurang simpatik, malah kata Fikri, mereka seakan-akan memakai cara Kolonial Belanda.

“GroondKaart itu produk belanda, dan belanda sudah pergi dari indonesia semenjak tahun 1945, jika semua pendataan tanah berdasarkan GroondKaart, maka habislah negara indonesia ini menjadi milik PT. KAI, kecuali bengkulu, karena bengkulu dijajah Inggris. Kami ingin ada kepastian hukum bagi masyarakat kota ini, saat ini kan masyarakat banyak yang tidak mendapatkan kepastian hak milik tanah mereka, karena BPN juga tidak mau menerbitkan Sertifikat, karena terkendala MOU dengan PT. KAI. Alangkah baiknya kalau pihak PT KAI mengusulkan ke DPR RI untuk membuat undang-undang yang tidak hanya berdasarkan GroondKaart.” Katanya menegaskan.

Ka Dishub: Perintahkan Saya!

Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Martodi mengatakan mereka siap jika dilibatkan oleh PT. KAI, jika ada kegiatan, karena selama ini tidak pernah ada koordinasi dengan Dishub Kota Prabumulih.

“Saya sudah teliti di wilayah sumsel ini, Crossing Perlintasan Kereta Api ini paling banyak dikota Prabumulih, yakni sebanyak 21 Crossing, dan itu menjadi beban Dishub Prabumulih. Seperti dipasar itu kan ada perbaikan, setidaknya ada koordinasi dengan kami, kalau jalanan macet, kan kami juga yang kena komplain, apalagi dengan banyaknya media online saat ini, nanti kami diberitakan makan tidur saja, kan gak enak. Perintahkan kami pak, kami siap membantu, ini demi masyarakat kota prabumulih, mari kita sama-sama bersinergi, kami siap membantu kalau ada kegiatan PT. KAI yang melibatkan Dishub, Perintahkan Saya,” ujarnya dengan nada tegas. Menanggapi hal itu pihak PT. KAI mengatakan akan siap bersinergi ke depannya.(Raif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *