Baru direhab, Jalan Tugu Nanas-Sugih Waras Rusak

Listen to this article

Prabumulih. Lembayungnews| – Proyek Nasional Jalan Tol yang akan menghubungkan Palembang–Prabumulih dan Muara Enim, yang kini pengerjaan mulai digenjot. Banyak kendala yang ditemui, mulai dari izin tambang galian tanah dan mineral terbentur dengan peraturan Walikota Prabumulih di zona 1 sampai zona 2 yang belum dikantongi sub-kontrakor, hingga pembebasan lahan belum selesai, serta jalan yang rusak dampak dari kegiatan operasi jalan tol tersebut.

Proyek Pengaspalan Jalan di Kota Prabumulih Siapa yang Punya?

Kondisi Jalan mulai rusak lagi

Sangat ironis jalan provinsi (jalan wisata) yang baru di rehab, beberapa waktu yang lalu kini sudah mulai rusak kembali, hal ini berdasarkan temuan awak media dilapangan, Jumat (13/11/2020)

Dari hasil pantauan awak media, terlihat jalan mulai dari tugu nanas sampai pintu gerbang perbatasan, Prabumulih–Sugih Waras Rambang, banyak ditemukan titik aspal yang retak dan jalan yang mulai hancur. Disinyalir karena aktivitas operasional mobil angkutan yang membawa alat berat dan material untuk kebutuhan pembangunan jalan tol Trans Sumatera (Palembang-muara Enim) jalan tersebut merupakan akses menuju kantor PT. Waskita Karya, zona 2 dan zona 3.

Kondisi Jalan Rusak

Menurut keterangan salah seorang warga tugu nanas A.Rony yang akrab disapa mang Acay, beliau menuturkan jalan yang baru diaspal 3 bulan lalu sekarang kondisinya sudah mulai rusak

Kasus Maaher at-thuwailibi

Disinyalir akibat Alat angkutan berat PT. Wika

”Jalan ini baru 3 bulan direhab oleh pemerintah kota Prabumulih, namun karena adanya angkutan berat yang sering melintas bertonase tinggi, kini jalan ini mulai rusak,” ujarnya

Sementara itu di tempat terpisah, yang masih jalur jalan wisata tersebut, awak media juga menemui, salah seorang warga desa Sugihwaras Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, yaitu Bapak R.A Najamuddin, beliau juga membenarkan bahwa jalan wisata ini rusak,

Baca juga : Penemuan Tengkorak Manusia

”Kerusakan jalan ini disinyalir oleh armada angkutan PT. Waskita Karya dan sub-kontraktornya, dengan tonase mobil yang tidak sesuai dengan beban kondisi jalan tersebut, kami ingin menanyakan langkah apakah yang akan diambil oleh pihak PT. Waskita Karya (Wika) dan sub-kontraktor nya atas kondisi ini,” tandasnya

Sementara ini kami belum bisa menghubungi pihak Waskita Karya untuk meminta klarifikasi atau tanggapan dari mereka, perihal jalan ini.

Sudah ada nota kesepahaman dengan pemkot prabumulih

Dinas PUPR Kota Prabumulih, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Evandri, menjelaskan bahwa sudah ada perjanjian nota kesepahaman antara PT. Waskita Karya dengan pemkot prabumulih Bahwasanya pihak PT. Waskita Karya akan meperbaiki jalan Provinsi atau jalan wisata yang dilalui pasca operasi tol selesai.

Baca juga : Egi Juliansyah Butuh Bantuan

“Sudah ada nota kesepahaman perjanjian antara PT. Waskita Karya (Wika) dengan Pemerintah Kota Prabumulih yang isinya bahwa PT. Waskita akan memperbaiki jalan provinsi, atau jalan wisata yang rusak. Jalan akan diperbaiki seperti semula, setelah proyek Tol selesai,” pungkas Evandri (IMK01/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *