Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Terus disalurkan

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Terkait bantuan dari Kementrian Koperasi dan UKM, BPUM (Bantuan Pelaku Usaha Mikro) berupa dana hibah sebesar 2,4 juta rupiah per orang atau pelaku usaha, yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat dari Semenjak bulan Oktober 2020 yang lalu. Kadin Koperasi Kota Prabumulih Junaidah S.E., MM, melalui Indra Kurniawan S.Kom, Selasa (08/12/2020), mengatakan kalau data yang masuk ke Dinas Koperasi dan UKM Kota Prabumulih lebih dari 10 ribu pelaku usaha UMKM yang telah mengirimkan datanya. Dan sudah banyak yang telah menerima dana tersebut sampai dengan saat ini.

Penggunaan dana bantuan jangan salah tujuan

Saat dibincangi oleh portal berita ini, Junaidah mengatakan melalui Kabid UKM bahwa dana ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Dana ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang usaha kecil menengah yang terdampak oleh Covid-19, jadi jangan disalah gunakan. Jika ada masyarakat yang mendapatkan dana hibah sebesar 2,4 juta, namun ternyata tidak terbukti punya usaha, maka nantinya dana tersebut bukan lagi berupa hibah, tetapi menjadi pinjaman dan harus dikembalikan. Hal ini sudah disampaikan oleh pihak Kementerian Koperasi dan juga pihak Bank, yang dalam hal ini Bank BRI,” ungkap Kabid UKM Indra Kurniawan.

“Yang penting memang benar data yang dikirimkan itu valid, mereka punya usaha,dan usaha tersebut dapat dibuktikan dengan foto usaha, seperti pedagang Online, mereka bisa buktikan dengan resi pemesanan barang, kan bisa kita lihat data transaksinya.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Prabumulih hanya sebagai pengusul

Dinas Koperasi Prabumulih dalam hal ini hanya sebagai lembaga pengusul, setelah itu nanti dari pusat yang memverifikasi data yang masuk dan dilakukan proses pembersihan data sesuai dengan Permenkop dan ukm no 6 tahun 2020, setelah itu akan diterbitkan SK untuk pencairan dananya, dan ini ada limit waktunya. Apabila yang menerima dana tidak mengambil dananya selama jangka waktu 3 bulan, maka dana tersebut akan ditarik kembali oleh Kemenkop,” tambahnya lagi.

Permenkop dan UKM download disini: PERMENKOP DAN UKM NO 6 TAHUN 2020

Dilanjutkan lagi oleh Indra bahwa setiap warga yang dapat juga nanti di undang oleh Walikota untuk mendapatkan arahan.

“Setelah masyarakat yang beruntung itu dinyatakan mendapatkan bantuan dengan SK yang dikirimkan dari Kemenkop RI, maka biasanya akan diundang oleh pak Wali, untuk mendapatkan arahan dalam penggunaan dana ini. Agar memang benar-benar produktif dan efesien. Jangan setelah dapat bantuan dibelikan hp atau barang yang bukan prioritas untuk usaha.” Tutup Indra menjelaskan.

Baca juga : Karena Berebut Ayam, Nyawa Melayang

Pinjaman super Mikro

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman Kredit Super Mikro yang bunganya sangat kecil, dapat menghubungi bank yang berafiliasi dengan pemerintah. BNI, BRI, MANDIRI, masyarakat bisa datang dan bertanya langsung keoada pihak Bank, dengan pinjaman maksimal 10 juta rupiah. Bank-bank inilah yang menentukan layak atau tidaknya masyarakat tersebut mendapatkan pinjaman. (Raif)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *