Bejat!, Ayah Perkosa Anak Hingga Hamil

Listen to this article

BANYUASIN, -Lembayungnews|. Sangat Biadab dan Bejat! Apa yang dilakukan oleh seorang bapak berinisial EM (43) yang tinggal di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, yang diduga tega memperkosa putri kandungnnya sendiri sejak masih berusia 15 tahun, sebut saja Melati (Bukan nama sebenarnya) hingga melahirkan seorang anak yang kini sudah berusia 2 tahun. Dan ironisnya lagi, kini korban tengah mengandung 7 bulan anaknya yang kedua.

Sosok seorang Bapak yang seharusnya mengayomi dan melindungi anaknya ini, malah melakukan pemerkosaan dan menghancurkan masa depan si anak karena hawa nafsu bejat tak terbendung.

Baca Juga : Ayah Diperkosa Anak Kandung

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.Ik., melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra, S.Ik., MH., dikonfirmasi Senin (14/12/2020) membenarkan pihaknya berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak kandung sendiri di bawah umur.

Baca Juga : Merasa Tidak Ada Niat Baik, PT. Purnama Bohler akan Somasikan PT. Mitra Ogan

Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra, S.Ik., MH., menambahkan aksi yang dilakukan tersangka EM sejak tahun 2008 lalu. Tersangka melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara mengancam korban hingga korban hamil dan melahirkan anak yang saat ini telah berusia 2 tahun.

“Berdasar pengakuan tersangka bahwa, selama hamil korban diurut dan dianiaya dengan tujuan agar korban mengalami keguguran,” terang Kasat.

Sementara GT (40) Istri tersangka menganiaya korban lantaran kesal saat ditanya siapa yang telah menghamili korban. Korban takut menjawab karena saat itu ada tersangka di dekatnya.

Akibat penganiayaan yang dilakukan ibunya, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

“Dari hasil kronologis dan berdasarkan hasil penyelidikan diketahui keberadaan tersangka dan barang bukti. Pada Senin, 14 Desember 2020 sekitar pukul 13.00Wib, anggota Satreskrim berhasil mengamankan pasutri ini,” jelas Kasat

Kasat Reskrim AKP, Ikang menyebutkan, polisi dan pihak terkait bakal memberi pendampingan psikologis terhadap korban. Sementara tersangka sekaligus bapak korban sudah ditangkap dan ditahan polisi.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat 3 jo Pasal 76 Huruf d atau Pasal 82 Ayat 2 jo Pasal 76 Huruf e UU Perlindungan Anak. Dan terancam hukuman maksimal 15 tahun. Karena pelakunya adalah orang tua, atau wali dari korban maka pelaku akan di kenakan pidana tambahan sepertiga hukuman dan denda sebesar Rp 5 miliar,” sebut Ikang menjelaskan. (SMSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *