Sidang Perkara Gugatan Hak Atas Tanah Regunjung Akan Dilangsungkan Tanggal 22 Desember Mendatang

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Pelaksanaan Pembayaran Uang Ganti Kerugian dalam Bentuk Uang Kepada Pihak yang berhak sebanyak 6 Bidang di Desa Karya Mulia, Karang Bindu, dan Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih. Hari dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kota Prabumulih. Hari ini Kamis 17/12/2020 pukul 10 WIB sampai dengan selesai.

Baca Juga: Penggantian Kerugian Jalan Tol, 8 Warga Jungai Terpaksa Menunggu Proses Pengadilan

Ini Nama ke 24 Orang yang Menjadi Tergugat Perkara Tanah Regunjung

Di sela-sela pelaksanaan pembagian tersebut, Kepala Kantor Dinas Pertanahan Kota Prabumulih, Ahmad Sahabuddin menjelaskan, kalau hari ini acaranya juga diisi dengan rapat atau musyàwarah terkait gugatan hak kepemilikan tanah yang sudah masuk di pengadilan pada hari Senin 14 Desember 2020 yang baru lalu.

Sengketa Tanah Puyang Regunjung

“Hari ini cuma 6 bidang yang dibagikan, dan masih ada 35 bidang lagi yang belum direalisasikan. Perihal gugatan dari pihak keluarga Kriye Regunjung, yang mana gugatan tanggal 14 No Register 11 tahun 2020, sudah ada surat panggilan kepada kami selaku pihak tergugat, untuk dapat hadir pada tanggal 22 Desember mendatang ke kantor Pengadilan Negeri Kota Prabumulih.

Untuk sementara cuma itu saja yang dapat kami sampaikan, nanti pas persidangan, silahkan saja awak media untuk dapat menyaksikan langsung,” ungkapnya mengakhiri pernyataan saat dibincangi awak media di kantornya.

Iskandar Z, Kepala Desa Jungai sangat optimis pihaknya akan memenangkan gugatan tersebut, karena mereka juga ada data baru yang bisa menjadi bahan pembelaan saat di sidang nanti.

“Ada kejanggalan juga pada usia Regunjung dan anaknya, usia Regujung itu 21 tahun sudah meninggal, sedangkan dalam keterangannya dia menjabat Kriye selama 50 tahun, gak mungkinlah lebih lama menjabat daripada usia, terus katanya Regunjung itu lahir tahun 1928, dan Kordian anaknya itu lahir tahun 1927, masak lebih tua anak daripada bapaknya,” ujar kades Desa Jungai menjawab pertanyaan pihak media perihal persiapannya menghadapi gugatan pada hari selasa 22 Desember mendatang.

Perihal data tersebut, Iskandar mengatakan kalau dia mendapatkan datanya dari pihak pengacara penggugat.

Pihak penggugat merasa tidak terima dengan pernyataan ķades Iskandar yang mengatakan anak Regunjung lebih tua dari bapaknya, Tabrani salah satu Cucu dari Kriye Regunjung memberikan bantahan atas pernyataan Ķades Jungai tersebut.

“Jangan bikin pernyataan yang bukan-bukanlah, orang tua saya saja (Nursiah) itu usianya 91 tahun, gak mungkinlah ada keterangan seperti itu. Nursiah itu anak Regunjung lahir tahun 1928, Kordian juga anak dari Regunjung, saudaranya Nursiah, jadi gak benar Kordian lebih tua dari bapaknya. Regunjung itu lahir sekitar tahun 1870an (kalau rinciannya saya tidak ingat) dan kami punya dokumen resmi, nanti kita buktikan saja,” ujar Tabrani menjelaskan lewat rekaman suaranya.(Raif)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *