KOTI PP dan PAC PP Prabumulih Barat Terus Mengawal Armada Angkutan yang Mencoba Melewati Jalan Jendral Sudirman Hari Ini

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Kembali masyarakat Kota Prabumulih diresahkan oleh kendaraan angkutan berat dari PT. DUM, sebagai subkontraktor PT. GHEMMI Gunung Raja. Konvoi kendaraan angkutan berat jenis Lowbed membawa muatan yang sangat berat yakni peralatan pengerjaan Gorong-gorong di wilayah Gunung Raja, Lowbed yang diketahui melintas dari jalan lingkar menuju ke Bawah Kemang. Lalu masuk ke jalan Pertamina belakang komplek Yon Zipur 2, armada tersebut seakan tidak mengindahkan perwako walikota prabumulih tentang peraturan melintas di jalan jendral sudirman. Sesuai dengan Perwako No.61 tahun 2019. Hari ini Senin 04/01/2021

Menurut keterangan dari pihak pengamanan dan pengawalan angkutan barang tersebut, yaitu Aris Rianto,. Bahwa mereka melintasi jalan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. dan saat ini posisi Trailer Lowbet tersebut berada di depan SMPN 4 Prabumulih, dan yang 3 unit berada di dalam Yard PT. Subur Sedaya Maju (SSM).dan tidak ada kepastian kapan akan beranjak dari tempat tersebut.

Dalam hal ini, ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) prabumulih barat Taufik Hidayat, mereka sangat menyayangkan hal ini.

“Kami atas nama masyarakat sangat resah dan mempertanyakan kenapa pihak pemerintah kota Prabumulih, dalam hal ini Dishub, seolah-olah tidak ada reaksi, bagaimana apakah peraturan walikota prabumulih masih berlaku atau sudah di cabut, sehingga masih ada angkutan berat yang melalui jalan jendral sudirman ini.”

“Dan kami dari Pemuda Pancasila Cabang Prabumulih Barat akan terus mengawal angkutan berat ini, jangan sampai mereka nanti memaksa lewat. Untuk malam ini kami akan siapkan 6 orang anggota kami untuk terus berjaga-jaga,” ujar Taufik sembari menambahkan kalau sore hari ini pukul 17.30 sudah ada pergeseran dari area parkir konvoi Lowbed, yang semula berada di Yard PT. SSM, dengan mengangkut muatan berat tersebut.

Komandan Komando Inti Mahaditama dibawah naungan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Prabumulih. (KOTI MPC PP) Prabumulih Imhar Kamaludin menegaskan, bahwa perusahaan Transportasi pengangkut peralatan yang bertonase tinggi ini harus juga berkoordinasi dengan PP.

“Pihak perusahaan harus ada koordinasi dengan Pemuda Pancasila (PP) dan juga harus melibatkan serta memberikan peluang kepada masyarakat dalam hal peluang kerja.”

“Jangan hanya mau mempergunakan jalan Kota ini, namun tidak ada kontribusi terhadap masyarakatnya. Apalagi saat ini kondisi Covid-19, keadaan ekonomi masyarakat terganggu. Semestinya PT. GHEMMI ini membuat kesepakatan yang baik dengan masyarakat sekitar, dan juga harus tetap mematuhi aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah kota prabumulih.” Ungkap Kamal menegaskan.

Ditambahkan lagi oleh Kamal, kalau nantinya akan ada oknum yang memanfaatkan keadaan ini, ibarat memancing di air yang keruh.

“Biasanya nanti akan ada pahlawan yang muncul yang memanfaatkan keadaan ini, memancing di air yang keruh,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Prabumulih Martody menjelaskan bahwa sesuai peraturan yang ada, mereka tidak akan memberikan izin lewat.

“Kami mengharapkan agar kita semua harus mematuhi Perwako No.61 tahun 2019 dan sama2 menjaga Kota Prabumulih. Dan saya tegaskan lagi bahwa mereka tidak boleh lewat. Kalau mereka memaksa, maka akan kami tilang, dan akan kami surati perusahaan yang bersangkutan. Jika memang ada koordinasi atau dispensasi untuk bisa lewat, silahkan menghadap kami untuk menyampaikan pemberitahuan,” ungkapnya.

Dinas Perhubungan Kota Prabumulih mendata kelengkapan surat menyurat armada angkutan yang Mencoba melintas di Jalan Jendral Sudirman.
Dinas Perhubungan Kota Prabumulih mendata kelengkapan surat menyurat armada angkutan yang Mencoba melintas di Jalan Jendral Sudirman.

 

Dari pihak armada angkutan sudah coba kami hubungi via pesan singkat whatsapp dan telephone, agar kami bisa mendapatkan penjelasan dan meminta keterangan dari mereka. Namun tidak ada jawaban hingga sampai sore hari ini.

Menurut informasi yang kami dapat, bahwa pihak Pertamina pun keberatan jika angkutan berat melewati jembatan dan jalan pertamina, jika tidak mematuhi peraturan, termasuk dalam hal kapasitas tonase yang diizinkan.

Sampai dengan pukul 18.30 kami belum mendapatkan keterangan yang pasti pergeseran armada angkutan itu bergeser kemana, namun wartawan kami di lapangan terus ikut memantau bergabung bersama anggota Pemuda Pancasila wilayah Prabumulih Barat, sampai ada informasi yang pasti kemana mereka memarkirkan kendaraan mereka.

Laporan : Sunaresi
Editor : Rasman Ifhandi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *