Ambroncius Nababan Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Rasisme Terhadap Pigai

Listen to this article

JAKARTA. Lembayungnews|. Polisi melakukan penahanan terhadap kader Partai Hanura Ambroncius Nababan, tersangka kasus dugaan ujaran rasisme atau SARA kepada aktivis Papua Natalius Pigai. Penahanan dilakukan usai dilakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri.

“Betul (sudah ditahan),” tutur Dirtipid Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dikonfirmasi Rabu (27/1/2021

Sebelum melakukan penahanan, penyidik lebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli dan juga melakukan gelar perkara.

Ketum Projamin Ambroncius Nababan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran rasisme. Ambroncius Nababan terancam pasal berlapis dengan hukuman penjara di atas 5 tahun.

“Melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli Pidana,” ujarnya.

“Melakukan gelar perkara peningkatan status naik tersangka terhadap saudara Ambroncius Sinaga,” sambungnya.

Usai dilakukan penahanan, penyidik menyerahkan barang bukti milik Ambroncius seperti handphone merk Samsung.

“Menyerahkan barang bukti yaitu handphone milik saudara Ambroncius Nababan yang ber merek Samsung jenis Galaxy S7 kepada lab untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, penetapan tersangka Ambroncius dilakukan usai pemeriksaanya sebagai saksi dan lima saksi ahli lainnya seperti ahli pidana dan bahasa.

“Kemudian setelah gelar perkara hasil kesimpulan gelar perkara adalah menaikan status atas nama AN menjadi tersangka,” tutur Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2021).

Setelah penetapan tersangka, polisi kemudian menjemput Ambroncius Nababan untuk langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Ambroncius disangka melanggar Pasal 45a ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Perubahan UU ITE dan juga Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan juga Pasal 156 KUHP.

“Ancaman di atas lima tahun,” kata Argo.

Sebelumnya, akun Facebook atas nama Ambroncius Nababan mengunggah konten bernuansa rasis terhadap mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai.

Konten itu berupa foto kolase Natalius Pigai dan satwa yang diunggah oleh Ambroncius Nababan di akun FB-nya.

Unggahan Ambroncius itu untuk menyikapi pernyataan Natalius yang menyebut masyarakat berhak untuk menolak vaksin Covid-19.

Postingan Ambroncius kemudian viral di media sosial dan dianggap sebagai tindakan rasisme.

Baca juga :

■ Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun, Kabar Duka Pagi ini, 2 Orang Meninggal Tertabrak Kereta 1 Kritis

■ Ini Kronologis Pembunuhan Ibu Kandung yang Sempat Viral

Ambroncius membantah bahwa dia telah bertindak rasis. Dia mengklaim unggahannya hanya sebatas persoalan dirinya dengan Natalius Pigai.

“Sebenarnya itu hanya untuk pribadi, jadi saya dengan pribadi Natalius Pigai. Jadi sekarang sudah mulai berkembang isunya (bahwa) saya melakukan perbuatan rasis. Sebenarnya tidak, saya tidak rasis,” ujar Ambroncius.

Ambroncius pun akhirnya dilaporkan ke polisi, dengan nomor laporan: LP/17/I/2021/Papua Barat.

Dilansir dari berbagai sumber.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *