Ngobrol Santai dengan Pengusaha Muda Pemilik Garden Kafe and Resto Prabumulih (Jilid 1)

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Ngobrol santai, bareng salah satu pengusaha muda Kota Prabumulih, Yosep Hadinata, SH. Pria kelahiran prabumulih, 4 Juni tahun 1983 ini, yang kita ketahui adalah pemilik Garden Kafe yang berada di depan City Mal Cambai Prabumulih. Selasa 23/02/2021.

Garden Coffe and Resto di pagi hari.

 

Konsep Kafe yang diterapkan oleh Yosep adalah konsep yang memang menyasar semua lapisan masyarakat, anak sekolah, anak kuliahan, atau juga buat santai keluarga, dimana penerapan harga yang masih terbilang dapat terjangkau. Ditunjang lagi dengan suasana tempat yang memang didesain elegan dan romantis dengan iringan musik.

Berikut obrolan singkat kami dengan suami drg, Yuniar Santi ini.

-Bagaimana awalnya bung Yosep mempunyai inisiatif untuk membuka Kafe yang dari segi lokasinya jauh dari keramaian kota ini?.

: Dulu waktu di Jakarta saya hanya seorang pegawai biasa, selepas kuliah di Trisakti saya mencoba bergabung dengan seorang Pengacara ternama yakni Hendri Yosodiningrat sebagai asisten, namun tidak lama. Di tahun 2006, saya beralih bekerja di Bank Bukopin sebagai Legal Asmen. Karena ingin mencoba lagi suasana lainnya saya pindah ke Bank Mega, disana saya sebagai Pro Hier dan sempat juga menjadi Area Manager untuk wilayah Banten, Tangerang Selatan dan Tangerang, di tahun 2009.

-Di tahun 2009 menjabat sebagai Area Manager di Bank Mega Jakarta, saat itu pendapatan anda berapa?, dan mengapa anda meninggalkan pekerjaan anda yang terbilang sudah mapan itu?

: Saat itu pendapatan saya 28 juta, namun entah mengapa saya belum merasa puas dengan penghasilan segitu, salah satu penyebabnya, karena saya meninggalkan orang tua di Kota Prabumulih, yang saat itu mereka tinggal sendirian. Dan juga minat saya ingin bisa bermanfaat bagi masyarakat kota kelahiran saya. Suatu saat, orang tua saya meminta kami untuk pindah ke prabumulih. Lalu saya coba melihat peluang-peluang di kota ini, selama setahun saya pulang-pergi Jakarta-Prabumulih, setiap minggunya. Setiap hari Sabtu sore saya pulang ke prabumulih, dan hari Senin nya sudah ada di Jakarta lagi.

– Saat itu, setelah setahun bolak-balik Jakarta, Prabumulih, apa yang anda dapati?

: Setelah kurang lebih setahun saya melakukan survey, saya membaca ada peluang besar di Kota Nanas ini, pertama saya mencoba belajar bagaimana menjadi seorang pemborong bangunan, sambil mempelajari teknik bangunan, serta bagaimana peluang menjadi suplier di kota yang sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur ini. Saya belum tau arah pasti peluang besar itu apa?, namun saya sudah mulai membulatkan tekad saya untuk pindah ke prabumulih.

-Jadi saat anda memutuskan untuk pindah ke prabumulih, anda belum punya tujuan pasti mau membuka usaha apa? Anda tidak takut kehilangan gaji 28 juta perbulan itu?

: Tahun 2012 saya putuskan untuk resign dari Bank Mega, saat itu Ayah masih ada, dan beliau banyak memberikan pemahaman kepada saya, bagaimana memulai usaha di kota ini, serta saat itu istri dan juga kakak ipar juga memberikan dukungan penuh terhadap saya.

Obrolan santai kami jeda, suasana Kafe Garden yang nyaman itu mulai didatangi beberapa pengunjung langganan yang biasa makan siang disana, Yosep Hadinata, Ayah dari Malika Asyifa Ramadhani, Machika Aisyah Ramadisa, dan Mahardhika Afdhal Rivat. Mengajak kami makan siang bersama, menu yang dipilihnya yakni sup yang terkenal berasal dari Thailand “Tom yam” dengan resep khas dari sang istri tercinta.

Dan saat tim media menikmati Tom yam yang dihidangkan hari ini, memang benar-benar mempunyai rasa yang spesial di lidah, disamping harganya yang cuma Rp20 ribu per porsinya, juga rasanya yang tak kalah dengan Tom yam yang lebih mahal dari harga di Garden Kafe ini.

Setelah itu kembali Yosep menghidangkan Kopi Arabica yang memang beda cita rasanya, dan harga yang siap bersaing, terjangkau dan murah, namun tentunya tidak murahan.

Beberapa waiters terlihat sibuk melayani tamu yang hadir, mereka adalah anak-anak muda asal kota prabumulih. Karena memang, Yosep yang juga pemilik Klinik Orange, yang terletak di simpang Bioskop Nasional ini, ingin membuka peluang kerja bagi masyarakat kota yang saat ini sedang menuju ‘Milenial City’.

Dalam kesempatan ini juga Yosep berpesan kepada anak muda kota ini, “Ayo tingkatkan kualitas diri, kreatif dan tidak mudah menyerah, jangan pernah takut untuk berspekulasi, namun jangan lupa, tingkatkan potensi diri, lalu bergeraklah. (Rasman Ifhandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *