Seorang Anak Tukang Ojek Payung Terpaku Menatap Seorang Ayah Memayungi Anaknya

Listen to this article

Seorang anak kecil yang bekerja sebagai ojek payung, terdiam membisu ketika melihat ada anak seusianya dipayungi orang tuanya, hatinya bergemuruh, ada rasa cemburu melintas dibenaknya namun segera dia tepis karena memang setiap orang berbeda nasip dan peruntungannya.

Dengan kedua tangan lemahnya dia memeluk erat payung ditangannya, sesekali dia mengusap air hujan yang menjilati wajah murungnya, lalu dia berlalu menawarkan jasa payungnya kepada orang-orang yang sedang berdiri berbaris di emper pertokoan.

Nasip memang saat ini tidak berpihak padamu nak, namun ketahuilah bahwa kau telah diberikan Tuhan banyak kelebihan, fisikmu yang kuat meski sering diterpa hujan kau tetap kokoh dan berupaya menjadikan hujan sebagai ladang rejeki buatmu.

Hatimu yang luas, tak merasa jengah dengan pandangan mata mengejek dari orang-orang disekelilingmu saat kau bekerja menjajakan jasa ojek payung.

Jiwamu ditempa oleh keadaan sehingga kau kuat dan tabah menjalani kepahitan yang harus kau telan dalam setiap langkah, dan itu tidak dimiliki oleh mereka yang terbiasa hidup dalam rumah megah dan hidup mewah.

Percayalah Nak..kau akan temukan keteduhan, sebagaimana kau berikan teduh itu pada orang-orang yang memakai jasa payungmu, dengan keringat mu yang berbaur dengan air hujan kau telah membangun kebahagiaan mu dikemudian hari.

Rasman Ifhandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *