Pertamina Aset 1 dan Aset 2 Adakan Webinar Bertema Jurnalistik Adaptif

Listen to this article

NUSANTARA. Lembayungnews|. Pertamina EP 1 dan Pertamina EP 2 melaksanakan kegiatan Webinar dengan Tema “Jurnalistik Adaptif” menghadirkan Presenter sekaligus wartawan nasional yang sangat banyak di gemari oleh pemirsa dengan gaya penyampaiannya yang lugas dan terarah. Aiman Witjaksono

Aiman Witjaksono, S.T.,M.Si. (lahir di Jakarta, 8 Juli 1978; umur 42 tahun) adalah seorang jurnalis dan pembawa berita & dialog di KompasTV.

Ratusan wartawan dari berbagai media, baik media siber, elektronik/penyiaran, dan cetak turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Selain mendapatkan tambahan ilmu dari Presenter senior ini, para peserta juga tak ketinggalan mendapatkan Door Prize berupa E-Money, dan Grand Prize berupa sepeda lipat. Hadiah yang dibagikan lumayan besar, dan puluhan peserta mendapatkan rejeki dari webinar yang berlangsung hari ini. Kamis 25/03/2021.

Webinar yang bertajuk Jurnalistik Adaptif ini di pandu oleh presenter Tv cantik Cyintia Permana, S.Pd., M.Pd. yang juga sebagai akademisi.

Dari Pertamina EP Asset 1 turut pula hadir General Manager (GM) Ani Surakhman, sebagaimana kita ketahui beliau adalah termasuk dari 3 GM terbaru yang baru tahun lalu di dikukuhkan bersama 2 orang rekannya, Deddy Syam jadi Asset 5 GM PT Pertamina EP, dan Agus Amperianto menjabat GM PT Pertamina Hulu Mahakam.

Lalu dari Asset 2 dihadiri oleh General Manager (GM) Asri Pujianto. Sebagaimana diketahui wilaýah kerja Aset 2 adalah, Field Prabumulih, Field Pendopo, Field Limau, Field Adera, Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu baik Ani Surakhman GM Aset 1, maupun Asri Pujianto GM Aset 2, menyampaikan apresiasi kepada semua awak media yang telah juga ikut andil dan berkontribusi terhadap perkembangan kemajuan operasional PT. Pertamina (Persero).

Serta kedepannya meminta agar semua awak media terus dapat menjadi mitra yang dapat mengabarkan hal yang positif kepada semua lapisan masyarakat.

Jurnalistik Adaptif adalah salah satu formula yang harus difahami oleh setiap pejuang literasi, atau Wartawan. Awak media harus dapat mengeksplorasi diri sendiri agar lebih berkembang dan harus aktif, kreatif, inovatif didalam mencari, membuat dan menyebarkan karya jurnalismenya sesuai dengan apa yang tertuang dalam UU No 40 tahun 1999.

Disampaikan juga oleh Aiman Witjaksono, dia mengibaratkan bahwa wartawan itu adalah watchdog (anjing yang menggonggong) Bagaimana seekor anjing yang terikat namun masih dapat menggonggong. Menjaga, mengawal, dan bersuara namun tetap dengan koridor yang ada. Tetap dengan mengacu pada UU No 40 yakni harus independent, Cover Both Side ( Berimbang) dan menggunakan Nurani.

Lebih jauh Aiman mengatakan ada 3 hal yang mesti dimiliki oleh seorang Jurnalis investigasi, yakni, Membangun Jaringan (Cohesion) Kolaborasi (Colaboration) Seleksi (Selection) perpaduan tiga hal tersebut ditambahakan dengan Cover Both Side (Keberimbangan) dan dari sana akan menciptakan Hipotesis (Kesimpulan) dan terakhir lihat Audiens sebagai penerima informasi.

Setelah semua itu, bukan berarti berita bisa langsung naik, namun masih ada tahapan-tahapan yang mesti juga difahami oleh seorang Jurnalis Investigasi.

Sebagai seorang Presenter ternama, Aiman memang dapat mencairkan suasana Webinar. Selain banyak pernyataan namun beliau juga lebih banyak memberikan pertanyaan yang memancing semua panelis ikut berpikir dan serasa terjun langsung pada sebuah kejadian dan karya jurnalistik yang bermutu.

Salah satu pertanyaan yang cukup membuat teguh pendirian saya yang tergolong Newbie dalam dunia Jurnalistik,

Yakni, “Siapa yang tau dan pernah membaca buku 9 Elemen Jurnalisme? Jika ada, pertanyaannya apa poin ke satunya?” Tanya Aiman.

Dan jawabannya poin ke satu adalah theTruth (Kebenaran).

Wartawan harus berpegang pada Kebenaran. Itu poin ke satu dari buku 9 Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach & Tom Rosenstiel. Yang kata Aiman sekarang menjadi 10 Elemen. (Rasman Ifhandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *