Ini Akibat Komentar Tak Pantas Bagi Korban Kapal Nanggala-402

Listen to this article

NUSANTARA. Lembayungnews|. Media sosial yang dalam penggunaannya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita atau juga malah sebaliknya dapat membuat celaka, hukuman sosial, dan bahkan hukuman penjara menunggu. Tergantung dengan apa tujuan kita membuat sebuah postingan atau berkomentar.

Baru-baru ini kita mendapat kabar duka yang sangat mengguris hati, bagaimana tidak, bangsa ini mengalami musibah tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 yang menyebabkan 53 orang putra-putra terbaik bangsa meninggal dunia.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali telah tenggelam.

Hadi mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 dinyatakan setelah melakukan pencarian selama 72 jam.

Namun di saat negeri ini tengah khidmat mèndoakan para korban, ternyata ada segelintir manusia picik yang berkomentar dan membuat postingan yang sangat melukai hati kita selaku anak bangsa.

Bukannya ber empati, mendoakan, atau setidaknya mengaminkan doa para netizen. Tapi manusia-manusia picik ini membuat komentar atau postingan yang mengejek serta mencemooh bahkan ada yang berkomentar tidak senonoh terhadap isteri dari para korban.

Berikut kami lansir dari berbagai media, nama-nama oknum netizen yang patut disebut biadab.

1. Imam Kurniawan

Pemilik akun Facebook (FB) bernama Imam Kurniawan diamankan setelah membuat komentar tak senonoh terhadap istri prajurit KRI Nanggala. Pria tersebut minta maaf. Namun, proses hukum di kepolisian tetap berjalan. 26/04/2021.

Diketahui kasus ini sendiri berawal saat grup Facebook ‘Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI)’ mengunggah berita duka KRI Nanggala-402. Akun itu meminta semua kuli mendoakan para prajurit yang gugur.

Namun tak disangka dalam posting-an itu, Imam Kurniawan menulis komentar tak pantas. Komentar itu ditujukan terhadap para istri prajurit yang mendapat musibah.

Atas pernyataan pelaku, sejumlah pengguna FB lain langsung mengecam komentar tersebut. Bahkan ada juga yang menggalang dana untuk memberikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menangkap pemilik akun Imam Kurniawan.

Hebatnya lagi, Imam Kurniawan ini malah membantah dengan alasan-alasan yang dibuat-buat sebelum akhirnya mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan pemilik akun sudah diamankan. Dia belum menjelaskan detail kapan dan di mana pemilik akun diamankan.

“Kita cek. Kalau tidak salah sudah diamankan, tapi saya belum tahu posisinya,” ujar Hadi saat dimintai konfirmasi.

2. Aipda Fajar Indriawan

Selain warga sipil, oknum anggota Polisi juga ikut ditangkap karena nyinyir dan tidak bersimpati atas tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Beberapa hari terakhir di media sosial, ramai capture komentar nyinyir seorang pemilik akun Fajarnzz terkait KRI Nanggala-402. Setelah diusut, ternyata pemilik akun itu adalah oknum polisi.

“Matioo cokkk… saya hidup di Indonesia sampai saat ini susah kekurangan kesukaran… ngopoo kruu kapal kyoo ngonoo ditangisi… urus sendiri urusanmuuu.” tulis Fajarnnzz mengomentari sebuah postingan terkait KRI Nanggala.

Kontan, komentar itu pun ramai dibagikan dan mendapat respons marah dari para netizen.

Setelah ramai dibagikan, Polda DIY dan Bareskrim Polri pun menangkap oknum polisi tersebut yang diketahui bertugas di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Oknum polisi bernama Fajar Indriawan berpangkat Aipda tersebut akhirnya ditangkap lantaran berkomentar negatif soal awak KRI Nanggala-402 di media sosial.

Setelah ditangkap, Fajar Indriawan pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah ditindak sama Kapoldanya,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dikutip dari detikcom, Senin 26 April 2021.

3. Herry Rose

Pria berinisial HDP dengan nyinyir, menulis komentar yang kemudian menyinggung institusi TNI, khususnya Angkatan Laut.

Akibat ulahnya, Komandan Pos TNI AL (Pos AL) Purworejo Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap, Pelda Pujianto kemudian melaporkan dugaan pelanggaran UU ITE tersebut ke Polres Purworejo. Terlapor sesuai KTP yang beredar di dunia maya beralamat di Gang Tegal, RT 002 RW 011, Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Sebelumnya HDP  berkomentar di salah satu grup Facebook, pemuda ini menulis kalimat yang bernada melecehkan.

“Ya itu kapal.selam julukannya sudah monster laut tapi kenapa nggak perang, nggak diserang kok tenggelam sendiri. Sebagai orang Indo aku kecewa. Mana dibilang putra terbaik, gugurnya karena tenggelam nggak perang bela NKRI. Jangan-jangan waktu itu lagi pada sibuk fokus VC-an atau bikin konten terus tahu-tahu udah di dasar laut,” demikian bunyi kalimat yang ditulis oleh HDP menggunakan akun Herry Rose.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus BY membenarkan bahwa, hari ini pihaknya mendapat penyerahan HDP dari Koramil Kutoarjo. “Pagi tadi kami gelar, hari ini kami memanggil perwakilan Danlanal untuk melaporkan kasus ini. Saat ini Komandan Pos AL sedang membuat laporan,” lanjut Agus BY saat ditemui di kantornya, Selasa siang (27/4/2021).

Setelah pelaporan selesai, penyidik akan memrosesnya. Indikasinya melanggar UU ITE.

4. King_Bintang6

Sungguh tak pantas! Seorang pemuda mengaku senang mendengar kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam. Pemuda itu lantas berjoget dan bertepuk tangan sebagai respons atas musibah ini. Video tersebut diunggahnya di TikTok dan dengan cepat mendapatkan kecaman warganet.

Dalam videonya, laki-laki bermasker yang tidak diketahui nama aslinya tersebut berjoget sambil bertepuk tangan. Dia membuat keterangan, “Gw ketika dengar kapal selam Indonesia tenggelam….(berjoget).  Rasanya senang banget karena mustahil para tentara itu enggak tau kalau kapal mereka akan tenggelam yah jelas mereka tau lah,” tulisnya.

Coba deh kalian pikirkan baik-baik itu kapal selam apa lagi itu kan seperti penyamaran jadi buat apa dia kasih ni. Karna prajurit TNI kita pasti udah pada diajarin gimana cara menyelesaikan situasi di saat darurat, percayalah mereka semua itu selamat kok, cuma mereka mungkin belum memberikan di mana keberadaan mereka,” tulisnya lagi.

Pemuda ini lalu mengajak warga Indonesia agar bergembira dan tidak berpikir macam-macam soal keberadaan KRI Nanggala 402. Dia bahkan menyebut para prajurit TNI AL dalam kapal selam itu sedang menyamar.

“Jadi buat warga Indonesia happy aja jangan pikir macem-macem dulu mustahil seorang prajurit terlatih ap lgi d bagian kapal selam penyamaran,” tulisnya.

Video TikTok ini diunggah akun Instagram infokomando yang menilai konten itu tidak pantas. Di saat Indonesia berduka, pembuat video TikTok itu malah menjadikan musibah kapal selam KRI Nanggala yang tenggelam sebagai bahan candaan.

Sementara pemilik akun king_bintang6 yang mengetahui videonya viral langsung membuat video permintaan maaf. Dia mengakui tindakannya bodoh.

“Saya pribadi minta maaf atas tindakan saya yang benar-benar bodoh dan merungikan negara termasuk pihak bapak prajurit TNI AL yg sedang berduka sekali lagi saya benar-benar minta maaf mohon kasih saya kesempatan k-2,” katanya.

5. Nurhadi ‘Calon Presiden Fiktif’

Calon Presiden fiktif asal Kudus Jawa Tengah bernama Nurhadi ditangkap polisi. Dia diamankan polisi lantaran mengunggah komentar negatif soal tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 di media sosial.

Sebelumnya, Nurhadi sudah meminta maaf telah memposting hal tersebut.

Nurhadi ditangkap oleh tim dari Polres Kudus. Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, Nurhadi ditangkap di rumahnya Senin malam pukul 22.00 WIB.

Kini masih menjalani pemeriksaan. Menurut keterangan sementara, Nurhadi memposting kalimat tak pantas itu hanya untuk bercanda,” ucap Aditya di kantornya, Selasa 27 April 2021.

“Waduh kapal selam kenapa tenggelam ya, waduh kenapa pula Anda tenggelam dalam selangkangan dan di dalam isi kutang ya,”

Akibat kalimat tidak pantas tersebut, Nurhadi kemudian diciduk oleh beberapa orang yang mengaku anggota TNI AL untuk dimintai klarifikasi hingga permintaan maaf.

Semoga ini menjadi pelajaran penting buat kita, agar selalu bijak dalam menggunakan media sosial, baik dalam membuat postingan atau juga berkomentar.

Dengan segala kerendahan hati, seluruh tim redaksi Lembayungnews ikut mendoakan semoga semua almarhum mendapatkan ampunan atas semua dosa dan kesalahannya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah Swt serta bagi keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah dalam menjalani ujian berat ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Adapun daftar 53 personel KRI Nanggala-402 sebagai berikut:

1. Heri Oktavian – Letkol Laut (P) -Komandan KRI Nanggala-402
2. Eko Firmanto – Mayor Laut (P)
3. Wisnu Subiyantoro – Mayor Laut (T)
4. Yohanes Heri – Kapten Laut (E)
5. I Gede Kartika – Kapten Laut (P)

6. Muhadi – Lettu Laut (P)
7. Ady Sonata – Lettu Laut (P)
8. Imam Adi – Lettu Laut (P)
9. Anang Sutriatno – Lettu Laut (T)
10. Adhi Laksmono – Letda Laut (E)

11. Munawir – Letda Laut (P)
12. Rhesa Tri – Letda Laut (T)
13. Rintoni – Letda Laut (T)
14. M Susanto – Letda Laut (P)
15. Ruswanto – Serka Bah

16. Yoto Eki Setiawan – Sertu Bah
17. Ardi Ardiansyah – Sertu Ttu
18. Achmad Faisal – Sertu Kom
19. Willy Ridwan Santoso – Sertu Kom
20. M Rusdiyansyah – Sertu Eko

21. Ryan Yogie Pratama – Sertu Eki
22. Dedi Hari Susilo – Sertu Mes
23. Bambang Priyanto – Serda Bah
24. Purwanto – Serda Kom
25. Eko Prasetiyo – Serda Kom

26. Harmanto – Serda Ttu
27. Lutfi Anang – Serda Ttu
28. Dwi Nugroho – Serda Atf
29. Pandu Yudha Kusuma – Serda Ede
30. Misnari – Serda Eta

31. Setyo Wawan – Serda Saa
32. Hendro Purwoto – Serda Lis
33. Guntur Ari Prasetyo – Serda Mes
34. Diyut Subandriyo – Serda Lis
35. Wawan Hermanto – Serda Lis

36. Syahwi Mapala – Serda Lis
37. Wahyu Adiyas – Serda Lis
38. Edi Wibowo – Serda Lis
39. Kharisma D.B – Kopda Eta
40. Nugroho Putranto – Kopda Tlg

41. Khoirul Faizin – Kopda Mes
42. Maryono – Kopda Trb
43. Roni Effendi – Klk Eta
44. Distriyan Andy P – KLK Eta
45. Raditaka Margiansyah – KLS Isy

46. Gunadi Fajar R – KLS Isy
47. Denny Richi Sambudi – KLS Nav
48. Muh Faqihudin Munir – KLS Mes
49. Edy Siswanto – KLS Nav

Non ABK
50. Harry Setyawan – Kolonel Laut (P) – Dansatsel
51. Irfan Suri – Letkol Laut (E)
52. Whilly – Mayor Laut (E)
53. Suheri – PNS

Editor: Rasman Ifhandi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *