Bangkitkan Ekonomi Keluarga dengan Bertani, Solusi di Masa Pandemi

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Merujuk peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), yang menyebut bahwa akan terjadi krisis pangan dunia, selama pandemi virus korona terus terjadi dan belum diketahui kapan akan berakhir. Di saat seperti ini setidaknya kita bisa menciptakan usaha yang mampu menopang ketimpangan ekonomi yang siap mengancam.

Mau tidak mau harus kita akui bahwa dengan adanya pandemi ini telah memberikan dampak besar pada kondisi perekonomian bangsa ini. Terutama terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan berdagang, dan yang mencari nafkah dengan banyak berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

Untuk diketahui, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian antara lain mobilitas terganggu para pelaku usaha gulung tikar serta banyak terjadinya penurunan kapasitas. Oleh sebab itu BPS melakukan survei dan Hasil survei BPS memperlihatkan bahwa sebanyak 76,63% perusahaan pertanian masih beroperasi seperti biasa di masa Pandemi covid 19.

Menurut data BPS yang dipaparkan Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan BPS RI DR Kadarmanto, sektor pertanian adalah salah satu leading sektor dalam perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Dari data tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa, sektor pertanian nyaris tidak terganggu oleh pandemi. Bahkan sektor ini diprediksi dapat menjadi jalan keluar bagi masyarakat untuk dapat memulai usaha baru menangkal krisis moneter berkepanjangan.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengungkapkan, potensi sektor pertanian yang dimiliki Sumsel sangat banyak seperti tersebar di Kabupaten Banyuasin, OKI, OKU Timur, Empat Lawang bahkan OKU Selatan dan lainnya.

“Saya minta kepada kepala daerah masing-masing jadikan ini fokus kita bersama demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita di masa pandemi covid19 ini,” ujar Herman Deru saat membuka Webinar Sarasehan Data dengan tema “Peta Potensi Pangan Strategis Sumatera Selatan, Mengamankan Lumbung Pangan di Masa Pandemi”.

Perlu diketahui setiap tahunnya Sumsel mengadakan Festival Buah dan Pertanian Unggulan. Kali ini merupakan tahun ke empat dan akan diadakan di bulan Juni mendatang.

Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh terselenggaranya
agenda Festival Buah dan Pertanian Unggulan Nasional IV Sumsel. Yang direncakan akan digelar pada tanggal 4 hingga 6 Juni 2021.

Sore tadi saya coba lakukan survey kecil-kecilan dengan mendata pedagang buah asal kota prabumulih yakni Nanas di simpang patung kuda. Saya coba bandingkan dengan beberapa bulan yang lalu data pedagang buah Nanas ini tidak sebanyak sekarang, serta pembeli pun terlihat lebih antusias yang sempat saya lihat beberapa hari ini.

Ini bisa saja menjadi sinyal positif bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya di bidang pertanian dan perkebunan. Tentunya hal tersebut dapat terlaksana dengan konsep yang matang dan dukungan dari pemerintah daerah.

Suatu hari saya sempat ngobrol dengan beberapa pemuda dari kelurahan Patih Galung, mereka sekumpulan pemuda yang mempunyai wacana yang saya anggap brilian, betapa tidak, mereka saat ini tengah mengembangkan produk makanan dan minuman dari buah Nanas.

Kumpulan pemuda kreatif seperti mereka sangat layak untuk disupport oleh pemerintah, dengan segala keterbatasannya mereka menciptakan peluang usaha yang memang saat ini belum menunjukkan potensinya, namun saya berkeyakinan usaha mereka tidak sia-sia.

Tentu saja tidak hanya buah Nanas yang bisa kita jadikan sumber pendapatan, kita juga dapat membuka lahan kecil di halaman rumah dengan menanam cabai atau tomat, serta sayuran lain yang memang dianggap familiar oleh masyarakat Kota tercinta ini.

Kota Prabumulih ini mempunyai potensi yang luar biasa dalam hal pertanian, kita bisa temukan kegiatan yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah kota saat ini melalui kelurahan yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dalam kegiatannya banyak hal positif yang dapat menjadi alternatif usaha di saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.

Demikian pula halnya dengan organisasi-organisasi pertanian yang tidak berkembang karena kurangnya fasilitas pendukung yang akhirnya organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan tersebut mati suri.

Namun setidaknya kita harus terus mencoba mengembangkan potensi diri dengan banyak membaca dari sumber referensi terkait bidang pertanian. Tanamkan prinsip untuk terus dapat menciptakan peluang usaha dimulai dari hal terkecil.

Bukankah gunung dan bukit tercipta dari tumpukan batu dan kerikil, ataupun lautan luas dan dalam pun berasal dari sekumpulan titik air.

Untuk menjadi sesuatu yang besar kita harus membangunnya dari hal-hal kecil yang kita bina dengan intens dan berkelanjutan. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *