SMAN 3 Prabumulih Terus Berkarya  dan Menorehkan Prestasi di Masa Pandemi - LEMBAYUNGNEWS
  • Sen. Nov 29th, 2021

LEMBAYUNGNEWS

Akurat & Kredibel

SMAN 3 Prabumulih Terus Berkarya  dan Menorehkan Prestasi di Masa Pandemi

Foto Tampak Depan Gedung SMAN 3 Prabumulih (7/11/2021)
Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|.  SMAN 3 Prabumulih Terus Berkarya  dan Menorehkan Prestasi di Masa Pandemi. Prestasi yang mereka capai bukan cuma di tingkat lokal, namun juga sampai ke tingkat nasional, dengan peran serta semua komponen sekolah, dari Kepala Sekolah, Guru Pembina, maupun Siswa sendiri. Hal ini setidaknya dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya untuk terus mencari jati diri ketika semua peraturan oleh protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat membatasi kita untuk berkreasi.

Dalam liputan ini, secara khusus mendeskripsikan dinamika pembelajaran sebagai bagian dari segmen pendidikan selama masa pandemi Covid-19 yang mengalami transformasi dalam berbagai lini kegiatan proses belajar mengajar.

 

Pandemi covid-19 yang melanda seantero penjuru dunia menimbulkan dampak yang sangat besar terutama bagi masyarakat menengah kebawah, dan yang dalam keseharian aktivitasnya harus berinteraksi langsung dengan publik.

 

Indonesia sendiri semenjak 2 Maret 2020 telah disibukkan dengan perkembangan virus ini, sehingga pada 3 Juli 2020 Presiden Joko Widodo, mengeluarkan Keppres Nomor 12, Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) Sebagai Bencana Nasional. Dengan demikian hampir semua kegiatan menjadi terbatas dan harus mengikuti protokoler yang berlaku.

 

Dalam hal pendidikan pun mengalami perubahan metode yang signifikan, yang biasanya antara murid dan guru dapat berinteraksi secara langsung, sehingga proses transfer pengetahuan berjalan maksimal.

 

Namun di saat Pandemi melanda, pendidikan pun mulai dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan) atau online. Hal ini sangat berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, hubungan sosial dan juga berimbas terhadap kegiatan komunikasi antar sesama.

 

Dalam suasana kalut dan mencekam, bahkan pernah mendapat gelar dari kalangan masyarakat pedagang keliling kabupaten kota terdekat seperti Kabupaten Muara Enim dan PALI, bahwa Prabumulih saat itu masuk ke ‘Zona Hitam’.

 

Predikat yang sangat membuat miris dan membuat hampir semua aktivitas terkena dampaknya. Perekonomian menurun drastis, banyak para pedagang yang gulung tikar. Namun semua itu tidak membuat SMAN 3 yang juga sebagai SMA unggulan ini berhenti berkarya.

 

SMA Negeri 3 (SMANTI) Prabumulih, yang berdiri semenjak tahun 2003 di kelurahan Sukajadi Prabumulih Timur yang diketahui berbagai prestasi ditorehkan oleh salah satu SMA unggulan kota Prabumulih ini, baik dari tingkat lokal sampai ke tingkat nasional. Seperti baru-baru ini, pada lomba Foto dan Video Kreatif yang diadakan oleh PMI Kota Prabumulih dengan tema ‘Bergerak Bersama Untuk Sesama’ SMANTI berhasil menggondol juara I kategori Video Kreatif tingkat SMA. (6/10/2021).

 

Malah pada saat pandemi sedang memuncak, SMAN 3 berhasil menciptakan prestasi tingkat nasional dengan meraih juara I dalam ajang lomba yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan program terbarunya KIHAJAR (Kita Harus Belajar) STEM 2021 (Science, Technology, Engineering, Math) yang dilangsungkan secara Daring pada tanggal 25 Juli sampai dengan 17 September 2021.

 

Pelaksanaan KIHAJAR STEM 2021 yang pada babak final diikuti oleh 338 tim, dari semua jenjang pendidikan, baik tingkat SD sampai setingkat SMA seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Saat itu SMANTI berhasil mendapatkan Juara I, dengan Kategori Terkritis (The Most Critical Thinking). Adapun pelajar yang mewakili SMAN 3 adalah, Filza Ferlina Pare, Muhammad Ghufron Mahali, Naisha Elvira Tanjung didampingi Guru BK-nya Nur Ainun, S.Psi.

 

Pada tahap final ini para peserta diharuskan melalui 3 tahapan yaitu tahap pembuatan video, Problem Solving, Video Tema, dan presentasi.

 

Ada 685 video berbasis STEM berbagai kategori dengan menerapkan Engineering Desain Process (EDP) dihasilkan oleh finalis saat itu. Semua proses lomba itu dimulai pada tanggal 25 Juli sampai dengan 17 September 2021. Proses EDP yang terdiri dari; Mengidentifikasi Masalah, Brianstorming, Menentukan Permasalahan dan Solusinya, Diakhiri dengan membuat Purwarupa dengan didampingi Guru Pembimbingnya.

 

Pada lomba tersebut, SMA 3 mengirimkan video pembuatan alat pemecah biji karet (Hevea braziliensis) dan pembuatan bekasam biji karet. Seperti diketahui wilayah Sumatra Selatan merupakan Provinsi yang memiliki produksi karet kering tertinggi dan juga merupakan daerah yang memiliki luas areal Perkebunan Rakyat (PR) terluas di Indonesia.

 

Praktek penggunaan alat pemecah biji karet oleh siswa SMAN 3 Prabumulih
Praktek penggunaan alat pemecah biji karet oleh siswa SMAN 3 Prabumulih.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi karet nasional pada 2018 mencapai 3,63 juta ton (angka sementara) turun 1,36% dibandingkan tahun sebelumnya. Provinsi penghasil karet terbesar adalah Sumatera Selatan, yang menghasilkan 982 ribu ton atau sekitar 27% dari total produksi karet nasional.

 

Dari data tersebut, SMA 3 berinisiatif membuat alat pemecah biji karet yang biasanya untuk memecah biji karet ini memerlukan alat seperti palu atau martil, namun dengan adanya alat ini, masyarakat dapat memecah biji karet dengan hanya menggunakan papan kayu bekas, dan bisa dilakukan oleh siapapun dengan hasil yang lebih cepat.

 

Karena ketersediaan biji karet yang melimpah di kota Prabumulih, dan dengan teknologi yang dibuat oleh anak-anak SMA 3 ini, bisa saja menjadi solusi dari permasalahan ekonomi yang tengah melanda di saat pandemi masih ada. Isi biji karet ini dapat dijadikan camilan karena rasanya seperti kacang mete, dan dapat dijadikan lauk khas Sumatra Selatan yakni bekasam.

 

Namun memang dalam pengolahannya perlu waktu dan ketelitian karena biji karet ini juga mengandung zat asam sianida (HCN) yang dapat membahayakan bagi yang mengkonsumsinya tanpa tau bagaimana cara mengolahnya.

 

Kepala Sekolah SMAN 3, Freni Listiyan, S.Pd.,M.Si, mengatakan bahwa biji karet memang dapat dikonsumsi, namun harus tau cara mengolahnya agar tidak mengalami keracunan.

 

 

Freni Listiyan, S.Pd.,M.Si. Kepala Sekolah SMAN 3 Prabumulih
Freni Listiyan, S.Pd.,M.Si. Kepala Sekolah SMAN 3 Prabumulih.

“Biji Balam (Karet) memang dapat dijadikan makanan, salah satunya yakni dibuat bekasam sebagai salah satu lauk ciri khas Sumsel. Namun pada pengolahannya harus teliti, yakni setelah dibelah isi dalamnya dibuang, lalu direbus selama minimal satu jam,” ungkap Freni.

 

“Kita pernah mencoba juga, bahkan walikota pun pernah mencicipi bekasam. Menurut pak wali bekasam ini cukup enak dan beliau juga sudah familiar dengan lauk ini,” terang wanita berhijab yang pernah menjadi kepala sekolah SMAN 1 Prabumulih.

 

Manajemen Waktu & Komunikatif

Ditambahkan lagi oleh Freni Listiyan, Kepada Sekolah termuda di kota Prabumulih ini. Bahwa dalam penerapan belajar di SMAN 3 metode yang mereka terapkan yakni, manajemen waktu dan komunikatif.

 

“Saat pandemi kita dibatas untuk bertemu langsung dengan anak didik, namun bukan berarti kita tidak bisa maksimal dalam memberikan pelajaran. Kita harus dapat mengatur waktu agar proses transfer pengetahuan bisa efesien. Saat ada lomba, baik tingkat Kota , Provinsi maupun Nasional, bersama dengan guru pembina, kita berikan keleluasaan terhadap anak didik kita untuk berekspresi, berkreasi tanpa dibatasi,” ujar wanita kelahiran 81 ini.

 

“Selain itu kita juga adakan kegiatan tambahan belajar atau ekskul agar murid-murid ini memperoleh kesempatan belajar lebih banyak. Setelah mereka membuat sebuah karya, lalu kita dan guru pembina melakukan diskusi untuk menentukan karya tersebut layak atau masih ada yang perlu diperbaiki.

 

Disinilah kita harus bersikap komunikatif, guru pembina khususnya, harus dapat menunjukkan kemampuan untuk menerapkan gramatikal, sehingga dapat menyampaikan dan menginterpretasikan suatu pesan atau menegosiasikan makna secara interpersonal dalam konteks yang spesifik terhadap anak didik,” beber Freni yang pernah menjadi Juara 1 Guru Berprestasi dan berdedikasi SMA Tingkat Kota Prabumulih Tahun 2013 yang lalu.

 

Nur Ainun, S.Psi salah satu Guru Pembina Ekstrakurikuler PMR, yang juga ikut andil dalam meningkatkan pengetahuan anak, dalam pencapaian prestasi beberapa perlombaan yang pernah diraih. Beliau menambahkan, memaksimalkan penggunaan media digital salah satu cara berkomunikasi yang efesien saat pandemi dengan para murid.

 

“Jika kita dapat surat undangan untuk ikut lomba maka saya serahkan lagi ke anak-anak, mau ikut atau tidak. Jadi tidak dipaksakan, namun kita menawarkan ke mereka. Setelah itu kita cek semua kondisi si anak, kondisi kesehatannya, kesiapannya dalam mengikuti lomba dan lain-lain,” ungkap guru BK ini.

Siswa-siswi SMAN 3 Tengah berdiskusi memecahkan sebuah permasalahan untuk dilaporkan ke guru pembina
Siswa-siswi SMAN 3 Tengah berdiskusi memecahkan sebuah permasalahan untuk dilaporkan ke guru pembina.

“Selanjutnya jika semua sudah kita cek dan si anak dapat mengikuti lomba, maka kita akan urus semua keperluannya dan sekolah akan memfasilitasi kegiatan tersebut. Tak lupa pula kita tanyakan kepada si anak apakah bisa membagi waktu untuk fokus dalam lomba yang akan dihadapinya,” terangnya lagi.

 

“Untuk jadwal belajar rutin di SMAN 3 mulai dari pukul 07.00-11.30 WIB, baik daring maupun tatap muka, maka di atas jam tersebut, setelah istirahat, kita lakukan ekskul agar anak-anak dapat berkreasi, berinovasi, dan berkreatifitas pada saat jam ekskul yang disediakan, sehingga tidak mengganggu jam belajar wajib bagi mereka dan dalam memberikan pelajaran baik itu akademik maupun non akademik dapat proporsional,” pungkasnya saat dibincangi oleh tim Lembayungnews (07/11/2021).

 

Waktu adalah salah satu sumber daya yang tidak bisa direproduksi dan tidak dapat diambil alih. Manajemen waktu di dalam sebuah perencanaan kegiatan merupakan kunci dari sebuah kesuksesan apabila didasari dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memadai. ‘Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia’. (Nelson Mandela).

 

Setidaknya pada saat semua aktivitas kita dibatasi oleh keadaan, kita masih dapat mengukir sejarah, jadikan musibah sebagai berkah di musim susah. (Raif).

 

Penulis: Rasman Ifhandi

Kategori: Indepth News. 

SekCab JMSI Kota Prabumulih

 

 

Related Post

2 thoughts on “SMAN 3 Prabumulih Terus Berkarya  dan Menorehkan Prestasi di Masa Pandemi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu?