Hari ini Tepat 14 Tahun Mantan Presiden Soeharto Wafat, ini Sekilas Catatan 7 Kabinetnya - LEMBAYUNGNEWS

Hari ini Tepat 14 Tahun Mantan Presiden Soeharto Wafat, ini Sekilas Catatan 7 Kabinetnya

Listen to this article

NUSANTARA. Lembayungnews|• Mantan Presiden Soeharto meninggal dunia tepat hari ini 14 tahun yang lalu.




Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 atau di usia ke 86 tahun.

Sebelum meninggal dunia, Soeharto sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.


Putri pertama dari Soeharto, Tutut Soeharto atau Mbak Tutut mengunggah sebuah kenangan melalui cuitan di Twitter @TututSoeharto49.

“Sahabat, tanggal 27 Januari 2022 ini tepat 14 tahun, Bapak, Presiden Soeharto, wafat. Mohon doanya semoga diampuni kesalahan, diterima amal baiknya, diberi tempat terbaik di sisi-Nya,” cuitnya, Kamis 27 Januari 2022.

Dalam video yang diunggah Mbak Tutut terlihat Soeharto sedang melakukan temu wicara dengan pelajar.

“Cuplikan, kenangan temu wicara antara bapak dan para pelajar, pada acara ‘Perencanaan Gemar Menabung Pelajar Indonesia dan Pekan Tabungan Nasional 1995’,” lanjut cuitan Tutut.

 

Seperti diketahui, Soeharto merupakan Presiden ke-2 Indonesia.

Kabinet Pembangunan adalah kabinet yang dibentuk pada masa kepresidenan Soeharto, setelah berakhirnya Kabinet Ampera.




Kabinet Pembangunan sendiri memiliki tujuh periode, yaitu Kabinet Pembangunan 1 sampai 7 dengan memiliki tugas pokok yang disebut “Panca Krida Kabinet Pembangunan.”

Kabinet Pembangunan I

Kabinet Pembangunan 1 dibentuk pada 10 Juni 1968 dan bertugas sampai 28 Maret 1973.

Kabinet ini dibentuk oleh Presiden Soeharto dan komposisinya tidak jauh dengan Kabinet Ampera II.

Pada masa Kabinet Pembangunan 1 ini Presiden Soeharto sempat merombak kabinet dan melantik menteri-menteri baru serta dilaksanakannya Pelita I (1969-1974).

Kabinet Pembangunan II

Kabinet Pembangunan 2 bertugas sejak 28 Maret 1973 sampai 29 Maret 1978.

Pada masa Kabinet Pembangunan 2 ini, Pelita II pun dilaksanakan (1 April 1974 – 31 Maret 1979).

Berjalannya Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun.
Peristiwa Malari

Pada masa kabinet ini, terjadi Peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari), yaitu peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974.

Peristiwa ini terjadi ketika Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974).


Mahasiswa berencana melakukan aksi unjuk rasa di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, tetapi karena terdapat penjagaan ketat, mahasiswa gagal menerobos ke dalam pangkalan udara

Kabinet Pembangunan III

Kabinet Pembangunan 3 diumumkan secara langsung oleh Presiden Soeharto pada 29 Maret 1978 dan dilantik secara resmi pada 31 Maret 1978, bertugas hingga 19 Maret 1983.

Pada masa kabinet ini, Pelita III dilaksanakan (1 April 1979-31 Maret 1984) bertujuan menekankan Trilogi Pembangunan agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kabinet Pembangunan IV

Kabinet Pembangunan IV dibentuk pada 19 Maret 1983 dan bertugas sampai 21 Maret 1988.


Pada masa ini, diselenggarakan Pelita IV (1 April 1984-31 Maret 1989) yang berhasil mencapai swasembada pangan dan dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga.

Kesuksesan Pelita IV pada kabinet ini dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada 1985.

Kabinet Pembangunan V

Kabinet ini dibentuk pada 23 Maret 1988 dan berakhir pada 17 Maret 1993 oleh Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Sudharmono.


Kabinet Pembangunan VI

Kabinet ini dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Sutrisno pada 17 Maret 1993 dan selesai pada 14 Maret 1993.

Kabinet Pembangunan VII

Kabinet ini menjadi kabinet terakhir yang dibentuk oleh Presiden Soeharto dibantu wakilnya BJ Habibie.

Masa bakti kabinet ini yaitu sejak 16 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998.

Kabinet Pembangunan VII harusnya berlangsung sampai tahun 2003, namun karena terjadi demonstrasi 1998 dan krisis ekonomi, Presiden Soeharto harus mundur dari jabatannya.


Posisi Soeharto sebagai Presiden lantas digantikan oleh wakilnya, BJ Habibie.

Peristiwa mundurnya Soeharto sebagai Presiden ini kemudian membuat Kabinet Pembangunan berakhir.

Referensi:

Susanto, Ready. (2018). Mari Mengenal Kabinet Indonesia. Bandung: PT Dunia Pustaka Jaya.

Winarno, Bondan. (2013). J.B. Sumarlin Cabe Rawit yang Lahir di Sawah. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu?