Cucu Pendiri NU KH. Fahmi Amrullah Hadziq Berkunjung ke Pesantren NU Muara Sungai Prabumulih - LEMBAYUNGNEWS

Cucu Pendiri NU KH. Fahmi Amrullah Hadziq Berkunjung ke Pesantren NU Muara Sungai Prabumulih

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|• KH Fahmi Amrullah Hadziq sebagai salah satu Dzurriyah Muassis (Keluarga keturunan pendiri) NU berkunjung ke Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai.

KH Fahmi Amrullah Hadziq adalah Pengurus Ponpes Tebuireng Jombang. Beliau Cucu dari pendiri NU Almarhum Hadratusy Syech KH Hasyim Asy’ari.

Gus Fahmi rencananya akan menggelar Tabligh Akbar di Pagar Alam, Muara Enim, Lahat memenuhi undangan dari pemerintah daerah.

Kedatangan Gus Fahmi ini sebagai ajang silaturahmi terhadap alumni dan pengurus, NU di Prabumulih.

KH Fahmi Amrullah Hadziq memang dikenal sering menyapa atau mengunjungi para alumni di seluruh Indonesia dalam rangka ingin menghidupkan dan mentradisikan ibadah silaturahmi.

Dalam kesempatannya Gus Fahmi menyampaikan sebelumnya beliau dan rombongan bertemu dengan Alumni Tebuireng di Palembang.

“Saya kemarin acara temu alumni pesantren Tebuireng di Palembang. Hari ini dalam perjalanan menuju Lahat, tapi karena melewati Prabumulih, pengurus PCNU ingin saya mampir di Prabumulih untuk memberikan motivasi,” ujar Gus Fahmi saat dibincangi wartawan yang meliput.

“Ini juga sebagai ajang silaturahmi agar NU main berkembang di Prabumulih. Tentu harapan kita agar warga Nahdiyin bersemangat untuk memondokkan anaknya di pesantren NU ini,” harapnya.

Selanjutnya KH. Fahmi Amrullah Hadziq mengimbau kepada masyarakat kota Prabumulih khususnya agar dapat belajar di pondok pesantren NU ini yang sudah jelas NU nya.

“Saya mengimbau kepada kaum muslimin-muslimat warga kota Prabumulih agar mau memondokkan anaknya di pesantren ini. Kita masih ingat pesan hadrotusy Syech berpesan agar membiasakan bersilaturahmi. Beliau yang sepuh saja masih rajin bersilaturahmi,” pungkasnya.

Kedatangan Rombongan Kiyai ini disambut hangat oleh Ketua DPC PKB Prabumulih, Rifky Baday Baihaqi didampingi sekretaris cabang H. Yogie Astrada, ST.,M.Si beserta jajarannya.

Rifki Baday Baihaqi, SH.,M.Kn menyampaikan rasa bangga dan terimakasih yang tak terhingga atas kesediaan Gus Fahmi mampir di Prabumulih.

“Sangat bangga dan sangat bahagia bisa bertemu dengan Cucu pendiri NU secara langsung. Ini merupakan hadiah terbesar bagi saya, tak bisa dibandingkan dengan apapun,” ungkap Baday sambil menahan haru.

Tadi banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya, suatu anugerah yang sangat luar biasa kami rasakan dengan kehadiran beliau. Semoga kita semua akan selalu terus dapat bersilaturahmi dengan para kiyai pendiri NU,” ujarnya lagi penuh harap.

Sedangkan dari pondok pesantren NU Sungai Medang Prabumulih Ustadz Miftahuddin, S.Ag sebagai pengurus pondok pesantren NU.

“Kita teringat dengan KH Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU. ini cucunya langsung yang hadir disini, ini yang membuat kita haru,” ungkap ustadz Miftahuddin, S.Ag.

Ustadz Miftahuddin sendiri diketahui saat ini menampung santriwati di rumahnya selama proses pembangunan asrama sedang berjalan.

Setiap hari ustadz Miftah mengantarkan santri-santrinya dari rumahnya ke pondok pesantren.

Dalam kata sambutannya KH Fahmi menyampaikan apresiasinya kepada ustadz Miftahuddin. Bahkan beliau, Gus Fahmi mengatakan bahwa satu-satunya ketua PCNU di seluruh dunia yang merangkap jadi tukang ojek.

“Di Indonesia, di seluruh dunia, maupun akhirat, satu-satunya ketua PCNU sekaligus ngojek cuma di Prabumulih ini. Jadi ketua PCNU paling banyak pahalanya beliau. Bukan karena ngurus NU nya tapi ngojek nganter santri ngaji, ini suatu kelebihan yang sangat luar biasa dan ini akan saya ceritakan saat saya sampai ke Jawa Timur,” kata Gus Fahmi sambil berseloroh.

KH. Muhammad Hasyim Asy’ari adalah sosok ulama besar, lahir dari sebuah keluarga dengan didikan dasar-dasar agama yang kuat dilahirkan di Kabupaten Jombang, 14 Februari 1871 dan wafat di umur ke 76 tahun di Jombang 21 Juli 1947, Jawa Timur.

Dalam perjuangannya, K.H Hasyim Asy’ari menjadi pemrakarsa berdirinya organisasi kebangkitan ulama yaitu Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926.

Salah satu ungkapannya yang populer yang menjadi pegangan bagi santri NU ialah;

“Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.”

Semoga kita semua senantiasa mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam dengan mencintai para ulama sebagai pewaris para Nabi. Aamiin Allahumma Aamiin. (Raif)

Editor: Rasman Ifhandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu?