PRABUMULIH – Lembayungnews. Polemik belum dibayarnya puluhan pekerja harian termasuk petugas PK (Penjaga Keamanan) pekerjaan perbaikan jalan Lingkar kota Prabumulih oleh PT Saneca Indonesia, belakangan ini kian meruncing.
Satu hari sebelumnya, masalah pembayaran ini juga sempat dipersoalkan oleh salah satu perusahaan vendor, yakni PT TSG, karena sudah lewat batas waktu perjanjian pembayaran.
Bahkan, informasi yang diterima menyebutkan para pekerja ini sempat beberapa kali mempertanyakan masalah pembayaran gaji mereka yang sudah hampir 2 bulan belum dibayar kepada pihak perusahaan.
“Terakhir, tanggal 7 bulan 4 (April) kemarin dibayar, dan sampe sekarang belum dibayar. Dibayar mingguan kak,” keluh salah satu pekerja, sembari meminta namanya tidak ditulis kepada awak media, Rabu (17/5/2023).
Masih dijelaskan dia, tidak hanya dirinya yang belum dibayar tetapi juga para pekerja lainnya. Ia juga menyebutkan, pihaknya sudah beberapa kali mempertanyakan permasalahan gaji tersebut kepada pimpinan PT Saneca Indonesia di Prabumulih.
“Ado sekiter 30 an pekerja lokal yang bekerja di Saneca, sudah 2 kali kami tanyokan. Kami idak pulok kak, kami cuma berharap pikirke anak bini kami, nak makan, nak sekolah,” timpal pekerja lainnya, berharap gaji mereka segera dibayar sesuai perjanjian kontrak kerja.
Baca juga :
TSG Grup Mendatangi Kantor PT Saneca, Terkait Terlambatnya Pembayaran Material
Sementara, pimpinan PT Saneca Indonesia melalui bagian keuangan, Gugun, saat dikonfirmasi terkait belum dibayarnya gaji para pekerja, Rabu siang, (17/5), membenarkan perihal tersebut.
“Kalau mengenai pembayaran, memang belum dibayar, namun untuk sebabnya gimana-gimana, saya pun belum tahu pak,” sebut Gugun, ketika diwawancarai di kantornya di jalan Lingkar, kelurahan Gunung Ibul, kecamatan Prabumulih Timur.
Pun demikian, Gugun menjelaskan, soal kondisi perusahaan saat ini, sehingga belum dibayarnya gaji para pekerja.
“Kita situasinya seperti ini kadang kalu lagi keuangan lancar, kita pembayaran juga lancar. Tapi namanya kan proyek kadang gak ada lancarnya kan, ya seperti ini. Kalian masih tetap bersama atau ngak, mereka dikasih pilihan, kita masih jalan bareng, ya konsukensinya seperti ini,” ungkap dia
Terakhir, ketika disinggung soal fasilitas dan jumlah pekerja yang bekerja di perusahaan infrastruktur dan building contractor pada proyek ini, Gugun menyebutkan, tidak ada yang dibedakan, termasuk soal gaji.
“Kalu pegawai ada sekitar 50 an lah, termasuk karyawan, dan untuk pekerja lokalnya itu hampir 60-70 persenan. Semuanya sama, gaji mereka belum dibayar kita juga belum dibayar,” imbuh Gugun. (Red)
Editor: Rasman Ifhandi