Terkait Polemik Seismik, GM Pertamina PHRZ 4, Agus Amperianto Berjanji akan Bantu Komunikasikan ke SKK Migas - LEMBAYUNGNEWS

Terkait Polemik Seismik, GM Pertamina PHRZ 4, Agus Amperianto Berjanji akan Bantu Komunikasikan ke SKK Migas

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|• Aksi penghadangan dan penyetopan kendaraan operasional milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, akibat buntut belum dibayarkannya uang kompensasi dampak kegiatan Seismik 3D PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP) Indonesia mendapat perhatian serius General Manager PHR Zona 4, Agus Amperianto.

Agus Amperianto didampingi Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK SH MH, Agus Amperianto saat menemui langsung warga Kelurahan Tanjung Raman menegaskan, pihaknya tidak membawahi fungsi eksplorasi.

Baca juga

Wakil Wali Kota Apresiasi Bantuan Bedah Rumah Pertamina PHRZ 4 dan Limau Field Terhadap Warga Rambang Senuling

Menurut Agus, pekerjaan terkait survei seismik berada di bawah pengawasan dan tanggungjawab fungsi eksplorasi di kantor pusat. Meski demikian, pekerjaan tersebut tetap berada di wilayah operasi produksi hulu migas yang sudah eksisting, dan berada di bawah tanggungjawabnya.

Konteks otorisasi sebagai General Manager untuk wilayah Zona 4, “Saya akan menyampaikan aspirasi warga kepada fungsi eksplorasi,” kata Agus Amperianto melalui siaran persnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, perihal kompensasi akibat aktivitas seismik semestinya diselesaikan sesuai komitmen awal. Namun, fungsi eksplorasi juga perlu waktu untuk menyelesaikan dari sisi administrasi.

“Kami akan memastikan dengan fungsi eksplorasi, apa yang dapat kami bantu. Saya akan intens berkomunikasi dengan fungsi eksplorasi dan SKK Migas. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Pak Kapolres Prabumulih,” terang dia.

Baca juga

Pertamina Zona 4 Catatkan Penambahan Baru Produksi Minyak Sebanyak 709 Barel

Terkait apakah ada sanksi bagi PT BGP terkait persoalan tersebut, Agus Amperianto menyampaikan, bahwa Pertamina akan menentukan kontrak dengan PT BGP lanjut atau tidak untuk seismik selanjutnya tergantung penilaian pekerjaan di Kota Prabumulih.

“Jadi, kita akan melihat keseluruhan kontrak, kedua kontinuitas nya apakah pada pekerjaan seismik berikutnya lanjut atau tidak itukan akan menjadi bagian evaluasi dari pertamina,”

“Apa yang menjadi evaluasi kinerjanya BGP terhadap hasil-hasil dituangkan disini menjadi bahan evaluasi terhadap pekerjaan yang lain didepan ditempat yang lain juga,” tandas Agus. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu?