Pertemuan Kedua Pemerintah Kota dengan Pedagang Ikan Pasar PTM II Hari Ini, Menemukan Titik Terang

Listen to this article

PRABUMULIH. Lembayungnews|. Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri, SH. Menghadiri acara Sosialisasi Pemanfaatan Petak Pedagang Ikan. Yang berlangsung di Balai Karya Kelurahan Pasar II Kec. Prabumulih Utara, hari ini adalah pertemuan tahap II setelah ada pertemuam sebelumnya. Dengan Pelaksana Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Prabumulih (Disperindag).Senin 11 Januari 2021.

Turut pula hadir Camat Kecamaan Prabumulih Utara, Kepala Dinas Kominfo Prabumulih, Kepala Dinas Perindag, Kepala Dinas Pertanian, Lurah Kelurahan Pasar II, Kepala UPTD Pasar Prabumulih. Serta diperkirakan 25 orang pedagang Ikan yang sempat memenuhi undangan untuk pembahasan mengenai lapak pedagang ini.

Baca juga :

■ Pemanfaatan Petak Pedagang Ikan di PTM Belum Menemukan Kata Sepakat

Pertemuan ini langsung dibuka oleh wakil walikota prabumulih Andriansyah Fikri yang mempersilahkan kepada para pedagang untuk menyampaikan apa yang jadi keinginan mereka.

“Karena saya belum pernah ikut dalam pertemuan ini jadi saya menunggu informasi dari bapak-bapak apa yang akan disampaikan nanti akan kita teruskan ke bapak walikota,” ujar Fikri menyampaikan.

Salah satu poin yang diminta oleh pedagang yakni, mereka bersedia pindah ke dalam PTM II asalkan pengepul ataupun agen tidak berjualan eceran juga, atau mereka minta agar agen dan pengecer dipisahkan.

Selanjutnya poin kedua, pedagang juga meminta agar semua pedagang yang di luar di masukan ke dalam PTM, karena takutnya nanti mereka masuk kedalam masih ada lagi yang jualan di luar, sehingga pembeli lebih memilih pedagang yang di luar.

Poin ketiga, pedagang meminta agar lapak yang ada bisa dirombak atau di perbesar ukurannya.

Setelah beberapa kali interupsi dari para pedagang ikan, akhirnya didapatkan satu kesimpulan dari tiga poin penting tersebut, selain dari poin lainnya. Dan pemerintah akan memfasilitasi keinginan para pedagang.

Andriansyah Fikri menyampaikan hal ini akan kita sampaikan ke Walikota Prabumulih yang saat ini tengah menghadiri rapat di Jakarta.

“Pertemuan hari ini akan kita sampaikan ke Walikota, hari ini sudah kita dapatkan poin-poinnya yang menyebabkan mereka tidak mau pindah ke dalam PTM II. Salah satunya yakni masalah agen yang juga turut menjual eceran, jadi pembeli pasti akan lebih memilih agen karena harganya bisa lebih murah.”

“Pertemuan hari ini adalah mendata, siapa saja pedagang yang mau pindah ke dalam PTM II, kita tawarkan kepada mereka jika tidak mau pindah pun tidak ada masalah, namun pada intinya walikota mengharapkan mereka pindah. Mungkin nanti ada kebijakan-kebijakan atau akan diterbitkan perwako, kita tunggu informasi dari beliau,(walikota. Red). Karena berkemungkinan akan ada penertiban bagi para pedagang, karena kita juga sudah mendapat teguran dari Provinsi,” ungkap Wawako.

Saat ditanya perihal pedagang yang tidak datang hari ini, Wawako mengatakan, jika sampai nanti pertemuan ketiga mereka tetap tidak juga datang, maka kita anggap menyetujui keputusan pemerintah.

“Jika nanti dalam pertemuan ketiga mereka tidak juga datang, maka kami anggap menyetujui hasil pertemuan ini,” pungkas Andriansyah Fikri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mukhtar Edi mengatakan besok akan dilakukan pendataan para pedagang, bukan lapak pedagang.

“Besok kita akan melakukan pendataan bagi para pedagang, bukan lapaknya, karena bantuan ini memang khusus untuk pedagang, bukan untuk yang punya lapak, dan nanti akan kita sampaikan ke Walikota hasilnya,” ujarnya.

Saat dibincangi oleh media, salah satu pedagang ikan Erwandi atau Anang mengatakan kalau yang hadir hari ini pasti mau pindah ke dalam PTM II.

“Kalau untuk yang hari ini ikut hadir sudah bisa dipastikan mereka mau pindah ke dalam, karena kami ini penyewa lapak,” ujar Anang menjelaskan. (Raif)

 

One Reply to “Pertemuan Kedua Pemerintah Kota dengan Pedagang Ikan Pasar PTM II Hari Ini, Menemukan Titik Terang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *